Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Tetaplah Tekun dan Engkau Akan Mendapat Buahnya

Shalom PMKOers
Kali ini mimin mau berbagi tentang ketekunan. Apa itu ketekunan? Mengapa kita membutuhkan ketekunan? dan Apa yang akan kita dapatkan ketika kita tekun???
Mari membaca....

Sebelumnya mari kita membuka Alkitab dulu, dari Ibrani 10:36
"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu"

Sumber: Google
Apa itu tekun??
Tekun adalah keputusan atau ketetapan hati yang kuat (teguh) untuk bersungguh-sungguh, rajin, dan tuntas dalam melakukan apa pun. Orang yang tekun tidak mudah mendua hati. Ia adalah seorang yang berfokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Firman Tuhan menjelaskan bahwa, orang yang tekun sajalah yang akan menghasilkan buah (Luk. 8:15).
Banyak orang Kristen yang sangat merindukan agar janji-janji Tuhan dalam hidupnya dapat mereka peroleh. Mereka bahkan mengatakan telah “melakukan kehendak Tuhan”. Namun demikian, sekalipun telah melakukan kehendak Tuhan, jika tidak disertai ketekunan, janji-janji-NYA tidak akan diperoleh.
Ada dua jenis ketekunan: ketekunan yang pasif dan ketekunan yang berjuang. Ketekunan yang pasif sifatnya hanya menghabis-habiskan waktu, dan menunggu saja secara pasif hasil akhirnya. Contoh ketekunan seperti itu adalah ketekunan yang dimiliki orang-orang yang ditawan, para tahanan, atau secara umum mereka yang telah tertawan dalam situasi yang mereka terima begitu saja secara pasif.
Lawan dari ketekunan yang pasif adalah ketekunan yang berjuang, ketekunan seorang pejuang yang tujuannya adalah meraih kemenangan, yang rela menanggung semua kesukaran dan penderitaan yang mungkin harus ditanggungnya dalam sebuah pertandingan. Ia mungkin saja terluka namun ia rela menanggung segala sesuatu demi untuk mencapai misinya. Saya percaya inilah jenis ketekunan yang Allah bicarakan dalam Firman-Nya. Bukan ketekunan tanpa pengharapan atau ketekunan tanpa tujuan yang Allah ingin agar kita miliki.

Mengapa kita membutuhkan ketekunan?
Untuk memulainya, mari kita melihat Ibrani 12:1-2. Di sana kita membaca:
Ibrani 12:1-2
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah"

Ada sebuah perlombaan yang diwajibkan bagi kita, dan kita harus melakukannya dengan tekun dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang dengan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia. Sesungguhnya bila kita merenungkan tentang ketekunan Kristus, Ia tidak pernah melakukan yang jahat kepada siapa pun. Sebaliknya, Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Ia membangkitkan orang mati, dan Ia selalu melakukan kehendak Allah. Namun, Ia dianiaya dan disiksa melebihi siapa pun, sampai pada puncaknya Ia disalibkan. Bukankah Kristus punya banyak alasan untuk marah dan berhenti oleh karena orang-orang yang Dia layani telah memperlakukan-Nya dengan begitu kejam? Sekalipun dapat, Ia tidak pernah melakukannya. Sebaliknya, DIA TEKUN MENANGGUNGNYA. Orang rela menanggung penderitaan apabila menganggap tujuan yang akan dicapai jauh lebih berharga dari penderitaan yang sekarang dialaminya. Inilah yang Yesus lakukan. Ia rela menanggung penderitaan dan hinaan, dengan mata yang tertuju pada tujuan, yaitu keselamatan kita yang hanya dimungkinkan melalui jalan penderitaan-Nya. Dialah teladan kita dalam hal ketekunan. Kepada Dialah mata kita tertuju tatkala kita berlomba dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita dengan memandang ketekunan-Nya sebagai teladan.

Teladan ketekunan yang lain selain Tuhan adalah Ayub
Kisah lengkap tentang Ayub dapat kita baca dalam kitab Ayub. Iblis diizinkan menguji Ayub dengan cara yang kejam. Sesungguhnya semua yang manusia anggap sebagai berkat, dirampas dari kehidupan Ayub. Anak-anaknya meninggal. Rumahnya hilang. Dia sendiri sakit parah, istrinya pun mencemooh serta memintanya mengutuki Allah lalu mati. Seakan-akan belum cukup, tiga sahabat Ayub yang sekalipun datang untuk menghiburnya, mereka pun mencoba meyakinkan Ayub bahwa semua yang terjadi adalah sebagai akibat dari kesalahan Ayub sendiri. Namun, Alkitab mengatakan bahwa Ayub tetap tekun. Seperti yang kita baca di bagian akhir kitab Ayub, setelah semua penderitaan dan kesukaran yang dialaminya, Ayub berhasil lulus dalam ujian imannya.
Mengikuti teladan Ayub, iman kita tidak boleh tergantung pada benda, pada apa yang kita miliki atau pada apa yang ingin kita miliki. Iman semacam itu adalah iman yang bersyarat. Sebaliknya, kita harus menyerahkan semua bagian hidup kita kepada Allah. Bagi Dia, “kita telah dipenuhi”(Kolose 2:10) saat ini. Apa masalah yang sekarang Anda hadapi? Apakah masalah kesehatan, kesepian, pekerjaan, atau berbagai masalah lainnya? Bagi Allah, Anda sekarang telah “dipenuhi di dalam Dia (Kristus)”. Sebelum Dia memberi Anda berkat-berkat yang lain, Ia menyatakan bahwa sesungguhnya Anda sudah DIPENUHI karena Anda percaya kepada Anak-Nya.
Bagi banyak orang, berkat yang dimiliki seseorang adalah ukuran dari imannya. Jadi, ketika ia kehilangan kesehatan atau hartanya, sangat sulit bagi kita untuk menolongnya. Kita yang berusaha menolongnya pun pada akhirnya menjadi seperti teman-teman Ayub yang bukannya menghibur malahan mengeluarkan kata-kata yang menghakimi. Tentunya tidak salah bila orang sangat diberkati dalam segala hal. Tetapi kepenuhan kita bukanlah bergantung pada seberapa banyak berkat materi yang kita miliki. Firman Allah berkata, “Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela” (Mazmur 84:11) dan "Ia telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia” (2 Petrus 1:3). Pada akhirnya, Allah memulihkan keadaan Ayub (Ayub 42:10). Bayangkan sukacita Ayub ketika ia disembuhkan, menerima dua kali lipat dari segala kepunyaannya, mendapatkan banyak anak lagi, dan lain sebagainya. Bayangkan sukacita Kristus ketika kita mengakui Dia sebagai Tuhan kita. Kristus menderita di kayu salib, Ayub kehilangan segalanya, tetapi keduanya tidak kehilangan ketekunan mereka sehingga pada akhirnya ketekunan mereka pun menghasilkan buah yang matang.

Sumber: Google

Bagaimana kita menghasilkan ketekunan??
Pertama, melalui kesengsaraan (Rm. 5:3). Itulah sebabnya Tuhan kadang kala mengizinkan kita mengalami kesengsaraan dengan tujuan agar Ia dapat membentuk ketekunan di dalam diri kita. 
Kedua, melalui ujian iman (Yak. 1:3). Oleh karena itu, Tuhan seringkali mengizinkan berbagai pencobaan menimpa hidup kita dengan maksud agar ketekunan dapat muncul di dalam diri kita. 
Ketiga, melalui latihan (bandingkan dengan kehidupan Ayub). Ketekunan dapat dilatih, karena hal itu adalah ketetapan hati. Sekalipun istri Ayub mendesak Ayub agar tidak bertekun lagi dalam kesalehannya, namun ia memutuskan dan menetapkan bahwa ia akan tetap tekun dalam kesalehannya (Ayb. 2:9-10).

Dan setelah kita tekun, apa yang akan kita dapatkan??
Dalam Ibrani 10:36 tadi dikatakan kita akan memperoleh apa yang dijanjikan itu. Ada upah yang besar atas ketekunan dan kepercayaan kita. Yesus Kristus akan datang kembali dan dari antara kita, bila kita tidak mengundurkan diri, kita akan mewarisi kerajaan Allah! Terkadang kita berpikir bahwa di sinilah rumah permanen kita dan kita akan tinggal di sini selamanya. Namun, kewargaan kita sesungguhnya adalah di dalam sorga (Filipi 3:20). Kita adalah orang-orang yang dipanggil oleh Allah untuk mengenal Dia dan Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, karena pengenalan akan yang lain selain Dia hanyalah sampah (Filipi 3:8). Dialah yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibrani 12:2). Tempat kediaman kita di sorga adalah rumah kita yang sesungguhnya dan yang kekal (2 Korintus 5:1). Inilah realitas yang sesungguhnya, seperti juga hadiah yang belum kita lihat sekarang, namun yang untuknya kita rela menanggung segala sesuatu demi memperolehnya, sama seperti peserta pertandingan yang belum melihat hadiahnya namun dengan tekun berlatih dan mempersiapkan dirinya dalam segala hal untuk memperolehnya.

"Tekunlah mengerjakan hal-hal kecil sekalipun, karena engkau akan memetik buahnya. dan Jangan lupa untuk tetap tekun bersekutu dengan Tuhan karena itulah kunci kesuksesan yang terutama"


Tuhan Yesus Memberkati

Sabtu, 18 April 2015

Masihkah Rindu??

Shalom PMKOers
Kembali lagi mimin menyapa teman-teman semua, semoga semuanya sehat yahh
Kali ini mimin mau berbagi kondisi PMKO saat ini...

Mimin masih ingat pas kegiatan LKMK lalu ketika materi Organisasi dan PMKO salah satu peserta bertanya seperti ini "Kenapa ketika jam doa atau ibadah-ibadah rutin yang hadir hanya seberapa, sedangkan ketika kegiatan-kegiatan besar lainnya banyak yang hadir?".. Jawab pemateri "karena kita dari beberapa jurusan sehingga sulit untuk menemukan waktu yang pas agar semua bisa hadir, karena teman-teman yang lain memiliki kesibukan lain dan tentu yang paling penting adalah kesadaran pribadi kita. Apakah kita mau hadir dalam persekutuan rohani kita atau kita melaksanakan kegiatan kita yang lain".

Hal ini memang sedang terjadi dalam persekutuan tercinta kita sekarang. Bahkan untuk ibadah rutin yang diadakan setiap hari sabtu pun akhir-akhir ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan. 10 orang yang hadir itu sudah paling banyak, dan pernah dihadiri hanya 4 orang. Hanya Pelayan Firman, Liturgis, Gitaris dan seorang warga. 
Memang untuk beribadah tidak dibutuhkan kuatitas yang banyak, namun melihat kerinduan untuk bersekutu di PMKO saat ini memang sangat memprihatinkan. Berdeda dengan kegiatan-kegiatan lainnya. 
Sumber: Google
Kita adalah Persekutuan Mahasiswa Kristen Oikumene, organisasi yang bergerak di bidang pelayanan. Bersekutu adalah kewajiban kita sebagai mahasiswa kristen. Hal tersebut ada disebutkan dalam alkitab dalam Ibrani 10:20 "Janganlah kita meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kitaa saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat"
Disitu sangat jelas dikatakan bahwa kita wajib mengikuti persekutuan.
Masihkah ada kerinduan dalam hati kita untuk bersekutu?
Pertanyaan ini perlu kita renungkan masing-masing...



God Bless You PMKOers J

Sabtu, 07 Maret 2015

Thank For Being My Brother and Sister

PMKOers selain orang tua, orang yang paling mengenal kamu adalah saudara kandungmu. Ya, sekalipun sering berbeda pendapat, marah-marahan, cemburu karena ngerasa orang tua lebih sayang yang lain, tapi tetap saudara kandungmu adalah orang terakhir yang akan selalu ada di samping kita. Nah, di bawah ini ada beberapa hal yang juga patut kita syukuri atas keberadaan mereka dalam hidup kita.



1.      Ia adalah teman pertama yang kamu kenal sejak kamu lahir
Siapa teman pertama kita? Kalau kita bukan anak sulung atau anak tunggal, dapat dipastikan orang itu adalah saudara kita. Sebelum kita sekolah, bekerja, dan bahkan mengenal dunia yang sesungguhnya, ia adalah teman terbaik kita. Ialah yang selalu ada di rumah ketika kamu merasa kesepian.
2.      Ia selalu mengajarkanmu untuk menemukan dan melakukan hal-hal yang mungkin belum pernah kamu lakukan sebelumnya.
3.      Ia selalu ada ketika kita ingin mengeluh atau sekadar melepaskan kekesalan kita.
Sekalipun ia akan menertawai ekspresi kita saat melepaskan kemarahan dan kekesalan kita, tapi ialah yang sebenarnya paling mengerti suasana hati kita. Ia tahu, kapan seharusnya ia memberikan nasehat.
4.      Ia mengajarkan untuk berbagi.
Saat di rumah, ada saudara kandung, baik itu adik atau kakak, mau tidak mau kita harus berbagi dengan mereka. Semisal saat kita memiliki camilan, maka kita akan tergerak untuk berbagi dengan mereka. Ialah yang membuat kita menjadi pribadi yang suka berbagi seperti saat ini.
5.      Ia membantu kamu belajar menyelesaikan masalah
Saudara kandung bertengkar? Itu sudah biasa. Dulu ketika kamu belum kuliah dan masih tinggal serumah dengan kakak dan adik, kita pasti sering berantem. Tapi justru ketika kita bertengkar itulah, kita akan belajar untuk menerima masalah dan menyelesaikan masalah yang ada.
6.      Ia membuat kamu memahami arti tim kerja sesungguhnya
Jauh sebelum kita punya rekan satu tim, entah itu di kampus atau kantor, kita sudah terlebih dahulu punya rekan satu tim. Dan jelas, itu adalah saudara-saudara kita. Dengan merekalah kita belajar berbagi tugas mengerjakan dan merampungkan pekerjaan-pekerjaan rumah.
      7.      Ia adalah sahabat saat duka
Hidup tidak selamanya enak bukan? Disaai kita sedang dirundung masalah, keberadaan saudara kandung akan selalu ada untuk meringankan masalah tersebut. Apalagi ketika masalah itu menyangkut orang tua, kita akan lebih percaya curhat kepada mereka.
8.      Ia adalah teman kita saat kita sedang menua
Teman memang datang dan pergi, tetapi tidak dengan keluarga. Punya satu saudara kandung saja tidak akan pernah membuat kita merasa kesepian. Bahkan jika kita diberi umur panjang, kita kan melewati masa-masa tua tanpa pernah merasa sendiri.


Sumber : Renungan Harian Spirit Girls

Thank You For Being My Best Friend

PMKOers bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau kita tidak punya sahabat?? Ya, pasti rasanya ada yang kurang dalam hidup kita! Sahabat tidak Cuma bisa diajak jalan, cerita, curhat tentang keluarga atau gebetan yang sedang kita taksir, tapi ia juga bisa membuat kita jadi pribadi yang lebih baik.
Meskipun sahabat yang saya temui punya sifat yang berbeda, tapi itulah yang akhirnya melengkapi. Meskipun kadang bergesekan antara satu dengan yang lain, tapi seorang sahabat akan tetap kembali, seperti halnya tiap orang akan kembali ke rumah setelah melakukan perjalanan panjang.

Berikut ada ada beberapa hal yang patut kita syukuri dari figure seorang sahabat, yang sering kali luput buat kita sadari. Semoga melalui tulisan ini, kita bisa sekali lagi bersyukur atas kehadiran dan cinta mereka.
1.      Sahabat member dorongan yang saya butuhkan
Sahabat adalah orang yang selalu mendukung mimpi, harapan atau apapun yang kita lakukan. Ia member semangat ketika kita merasa putus asa, karena mereka tahu benar kita punya kemampuan mencapai apa yang kita ingin capai meski awalnya mungkin gagal.
2.      Sahabat mengatakan hal yang sebenarnya
Kejujuran dalam berkata-kata murni ia tunjukkan kepada kita demi kebaikan kita. Kata-katanya bisa sangat keras dan menyakiti, tapi itu ia lakukan agar kita jadi pribadi yang lebih baik.
3.      Sahabat mempercayai saya
Tidak banyak rasanya hal yang lebih berharga daripada rasa percaya yang kita dapatkan dari orang lain. Ketika kita dipercaya, kita pun ngerasa dihargai dan dianggap penting. Dan akhirnya sadar bahwa hidup kita ini berguna. Sahabat, ialah orang yang paling banyak menaruh kepercayaan kepada kita.
4.      Sahabat tidak segan memuji
Semua orang senang jika dipuji. Tapi sayangnya tidak semua orang bisa memuji. Utungnya, sahabat tidak termasuk diantara orang-orang itu. Ia bisa saja mengkritik kita habis-habisan, tapi ia juga tidak segan memuji kita ketika kita memang pantas untuk mendapatkannya.
5.      Sahabat mengorbankan waktunya buat kita
Alasan adalah hal yang tabu buat seorang sahabat. Dimana pun ia berada, sedang dalam kondisi apapun dia, ia akan selalu berusaha ada buat kita yang sedang membutuhkan kehadirannya. Buatnya, kita jauh lebih berharga daripada waktunya.
6.      Sahabat mengasihi kita apa adanya
Sahabat adalah orang yang selalu ada disamping kita, bagaimana pun keadaan kita. Ia tidak hanya ada disamping kita saat kita sedang bahagia saja, tapi terlebih saat kita sedang susah. Ia ada disisi kita tidak hanya saat kita sedang baik saja, tapi saat sikap kita benar-benar menyebalkan.
7.      Sahabat itu sabar dan punya banyak stock kata “maaf”
Dengan sahabat, kita bisa saja jadi diri kita apa adanya dan tidak perlu jaga image. Imbasnya kit pun seringmelakukan hal yang tidak seharusnya (sisi buruk kita) pada sahabat kita. Tapi untungnya, dia sabar dan pemaaf.
8.      Sahabat mengasihi dan membantu saya untuk mengasihi diri saya lebih lagi
Sahabat adalah orang yang selalu membuat kita merasa diri kita penting dan sikasihi. Ia bahkan adalah orang yang dapat melihat apa yang kita tidak dapat lihat dari diri kita sendiri. Yah, dialah yang akhirnya membantu kita mengenal dan mengasihi diri kita sendiri.
9.      Sahabat selalu membawa saya dalam doanya
Sahabat adalah orang yang tidak hanya rela jadi pendengar, tapi ia juga adalah orang yang tidak sekalipun melupakan kita dalam doa-doanya. Bisa dibilang, ia adalah pembelamu di dalam doanya, yang selalu meminta kepada Tuhan agar kita selalu dikuatkan dalam menghadapi hidup.

9 poin rasanya terlalu sedikit untuk mengatakan semua kebaikan seorang sahabat. Jadi, coba tambah sendiri poin-poin apa saja yang bisa kamu syukuri dari sahabatmu. Enjoy your friendship yah..
Sumber : Renungan Harian Spirit Girls

5 Cara Rasakan Kebaikan Tuhan

Shalom PMKOers J

Hari ini mimin mau berbagi bagaimana kita bisa benar-benar merasakan kasih Tuhan.
Tuhan itu baik. Tapi apakah kita sudah benar-benar bisa merasakan kebaikan Tuhan yang tiada habisnya itu? 5 hal yang dapat kita lakukan untuk dapat merasakan kasih Tuhan adalah sebagai berikut cekidottt

1.      Bersyukur dan Hitung Berkat-Nya
Bersyukur berarti menyadari setiap detail berkat Tuhan dalam kehidupan kita. Bersyukur berarti tidak mengingini milik orang lain. Bersyukur berarti merasa puas dengan apa yang kita miliki. Bersyukur berarti memfokuskan mata kita pada apa yang kita sudah miliki, bukan apa yang tidak kita miliki. Nah, hari ini sudahkah kita mengucap syukur untuk setiap berkat Tuhan itu? Sekurang-kurangnya hidup kita, berkat Tuhan masih terlalu banyak buat kita, kalau kita mau berdiam diri saja menghitungnya.
2.      Berdiam Diri dan Merenung
Kesibukan mungkin secara tidak langsung membuat kita “melupakan” Tuhan. Karena semalam lembur, entah untuk mengerjakan tugas atau kerjaan kantor, paginya kita mungkin bangun siang dan hanya punya waktu buat buru-buru mandi terus berangkat kuliah atau kerja. Malamnya, pola yang sama terjadi lagi. Akibatnya, kita akan stress. Pikiran kita cumin diisi sama kesibukan, dan kita gagal merasakan berkat Tuhan, sekali-kali, coba bangun lebih pagi dan sedikan waktu buat merenungi setiap berkat Tuhan. Udarah pagi yang sejuk itu, ditemani secangkir teh atau kopi hangat, rasanya pas untuk kita merenung sambil berkata: “Hmm, hidup kok enaknya seperti ini yahh?”
3.      Habiskan Waktu Bersama Keluarga
Keluarga adalah alah satu berkat Tuhan yang paling luar biasa. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita mengingat dan menyadari barkat Tuhan ini dengan menyediakan waktu secara rutin untuk bertemu dengan mereka. Bukan secara sepintas lalu. Tapi benar-benar “ngumpul” sama mereka untuk berbagi cerita kehidupan dan menikmati waktu bersama mereka.
4.      Ngumpul di Komunitas Kristen
Masih kesulitan merasakan berkat Tuhan?? Coba untuk lebih aktif ngumpul di kounitas-komunitas Kristen, PMKO misalnya. Dari interaksi dengan orang-orang yang ada di komunitas itu, pasti kita bakal lebih banyak cerita dan kesaksian soal kebaikan Tuhan dalam hidup.
5.      Go Out and See Life
Berdiam di rumah dan kamar yang nyaman saja sering kali akan membuat kita gagal melihat kebaikan Tuhan. Diding rumah dan kamar seolah-olah menghalangi kita melihat kebaikan itu. Jadi, sekali-kali, keluarlah dan lihat kehidupan betapa kerasny6a kehidupan di luar sana. Dengan demikian, mata kita bisa lebih terbuka bahwa bisa saja kita tidak ada dalam keadaan yang senyaman yang kita rasakan dan alami saat ini.


Hidup kita ini sesungguhnya adalah kebaikan Tuhan. Hanya saja. Kita kadang gagal menyadarinya karena kita merasa semua berkat itu sebagai hal yang sudah biasa kita temui dan alami. Jadi, selanjutnya terserah kamu, apakah masih mau menganggap hal-hal itu sebagai hal yang biasa atau hal-hal yang luar biasa yang seharusnya untuk kita dapatkan tapi Tuhan justru berikan? Tuhan itu baik! Benar-benar baik buat kita!
Sumber : Renungan Harian Spirit Girls

Kamis, 05 Juni 2014

Love or Loved? Dicintai atau Mencintai?

Semangat Pagi PMKOers...:)
Hari ini mimin menyapa semua PMKOers langsung dari ruang kerja. Owh, yah pasti banyak dari teman - teman PMKOers bertanya - tanya, mimin kemana sih? Kok sekarang udah jarang posting di blog lagi, padahal kan rindu baca tulisan - tulisan mimin..

Buat yang merasa demikian, mohon maaf yah...Maklum lagi banyak kegiatan di luar dan jaringan internet yang ngadat menjadi kendala yang susah untuk diatasi...hehehe

Berhubung sekarang kita udah masuk bulan Juni, kita bakalan bahas mengenai Cinta. Nah loh, pasti ada yang bertanya lagi. Hubungannya bulan Juni dengan Cinta apa? Perasaan Valentine itu bulan Februari. Buat, yang mikir kek gini, buang jauh - jauh pikiran demikian, karena cinta itu harusnya ditebarkan tiap hari, tiap minggu, tiap bulan  dan sepanjang tahun...Karena Cinta banyak rasa..hehehehe

Tahun ini, mimin banyak sekali mendengar kisah Cinta. Baik itu cinta yang bahagia, yang berakhir sedih, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta diam - diam (pemuja rahasia) bahkan yang hampa akan cinta juga ada. Iya, cinta itu kan kaya Good Day yang punya banyak rasa/
Mencintai dan dicintai itu dua hal yang berbeda. Mencintai berarti

Rabu, 07 Mei 2014

Kunci untuk Tetap Tenang dalam Menghadapi Kesesakan





Eitsss, sebelum baca positngan ini ayo buka Alkitab nya di MATIUS 26:  36-46....Sudah dibaca?? Kalo udah dibaca silahkan lanjut baca postingan ini ..

Ayat diatas sudah sering kita baca bahkan mungkin diantara teman-teman ada yang sudah menjadikan salah satu ayat bahkan secara keseluruhan sebagai suatu ayat hafalan contohnya ayat 41 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan : roh memang penurut,tetapi daging lemah”. Setiap orang mempunyai pergumulan dan masalah yang berbeda-beda, entah dalam keluarga, keuangan, kuliah, pekerjaan  dan masih banyak lainnya dan masalah-masalah tersebut membuat kita tertekan, terasa sesak dalam hati,kehilangan pengharapan dan bahkan sampai menguras air mata.

Nah sekarang kita lihat teladan yang Tuhan Yesus lakukan ketika Dia menghadapi masa-masa yang sangat berat sebelum Dia hendak ditangkap dan pada akhirnya disalibkan. Tuhan Yesus hadir di dunia ini 100% manusia jadi otomatis Tuhan Yesus juga mengalami  yang namanya lapar, haus, sedih, gentar sama seperti yang kita rasakan. Tuhan Yesus sudah sangat  mengetahui bahwa Dia harus mati di kayu salib karena memang itulah visi yang harus Dia kerjakan sampai selesai. Kira-kira apabila anda dan saya sudah ditetapkan untuk disiksa contoh seperti Tuhan Yesus disalibkan apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan menangis? lari? marah? Saya tidak tahu persis apa yang akan terjadi.

Tapi

Senin, 05 Mei 2014

Hati - Hati terjangkit 'Virus' Prokrastinasi



Selamat malam wahai para pujangga PMKOers yang masih tetap stay tune di layar laptop anda…Di malam yang dingin dan sudah hampir pukul 11 malam, mimin menyempatkan untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman semua.

Kali ini mimin akan angkat topik mengenai prokrastinasi. Ada yang tahu arti dari kata ini? Buat teman2 yang sudah pernah mengikuti BSS pasti tahu maksud kata ini. Prokrastinasi adalah suatu kebiasaan (buruk) yang sering dilakukan oleh orang-orang (pemalas). Kenapa, karena mereka sering menunda segala tugas mereka dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, biasanya tugas yang penting akan dikerjakan sehari sebelum deadline.

Dan mimin lagi terjangkit ‘virus’ Prokrastinasi ini. ‘Virus’ ini sangat susah diberantas dan akan menghasilkan efek yang sangat melelahkan, contohnya saja mimin. Sekarang sudah minggu ke 14 perkuliahan dan tugas yang menumpuk di depan mata bejibun. Mulai dari tugas mid, tugas final, laporan magang dan kepanitian-kepanitian yang tiada habisnya.

Sebenarnya mimin bisa saja mengelak dari virus ini kalo mengerjakan tugas dan mencicilnya satu persatu dari jauh hari. Tapi yah karena mimin menganut sistem “tiba masa tiba akal’ jadilah seperti ini. Laporan magang deadlinenya H-3,  karena ‘virus’ prokrastinasi ini mimin bisa

Minggu, 04 Mei 2014

Just Do Something (Jilid 3)



Cara yang lebih baik berjalan dalam kehendak Allah:

"Jangan khawatir, carilah kerajaan Allah"

Yesus tidak ingin khawatir mengenai masa depan.  Allah mengetahui apa yang kita perlukan untuk hidup.  Ketika Dia menghendaki kita meninggal, kita akan meninggal.  Kekhawatiran dan kecemasan tidak sekedar merupakan kebiasaan buruk atau keganjilan.  Kecemasan dan kekhawatiran mencerminkan hati kita yang tidak memercayai kebaikan dan kedaulatan Allah.
Berjalan dalam kehendak Allah berarti terlebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka:
  1.  Kehendak Allah bertujuan supaya kita hidup dalam Roh. 
  2. Supaya kita selalu bersukacita, berdoa, dan mengucapkan syukur.
  3. Supaya kita mengetahui kehendak Allah sehingga kita berbuah dan mengenalNya dengan baik.
  4. Kehendak Allah adalah agar kita dipenuhi dengan Roh kudus.

Jadi simpulannya, menikahlah dengan seseorang, asalkan kita adalah pasangan yang sepadan dan menikmati kebersamaan satu sama lain.  Kehendak Allah bagi kehidupan kita tidaklah terlalu rumit.  Memang, hidup dalam keserupaan dengan Kristus merupakan hal yang tidak mudah dan mengikut Kristus memerlukan tanggung jawab besar yang tidak selalu jelas dalam segala situasi.  Tetapi sebagai suatu prinsip yang menyeluruh, kehendak Allah bagi kehidupan kita sudah cukup jelas: Jadilah kudus seperti Yesus, dengan kuasa Roh kudus, bagi kemuliaan Allah.

Bagaimana Allah membimbing kita?
Pernyataan pertama, Allah membimbing kita dengan pemeliharaanNya yang tidak terlihat disepanjang waktu.  Dia telah memberikan keberhasilan kepada kita minggu ini karena suatu alas an.  Dia telah menghadirkan kesulitan dalam kehidupan kita minggu ini untuk alas an tertentu. 
Pernyataan kedua, Allah dapat berbicara kepada umatNya dengan berbagai cara yang berbeda, yang membimbing manusia dengan kerjasama secara sadar. 
Pernyataan ketiga, Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan putraNya.  Ini berarti bahwa penyelamatan telah dilengkapi didalam PutraNya.  Penilaian Allah atas dosa dapat dilihat dalam penilaianNya atas Kristus.  Penyaliban menyampaikan dengan lantang tentang pengampunan Allah atas para pendosa. 
  
Seorang pria berusia 91 tahun meninggal karena  menunggu kehendak Allah
Tupelo, Misisipi-walter Houston, yang digambarkan oleh para anggotaa keluarganya sebagai seorang Kristen yang taat, meninggal pada hari senin pagi setelah menunggu pimpinan yang jelas dari Allah selama 70 tahun untuk mengetahui apa yang harus dilakukannya.  Dia banyak menghabiskan waktu berdoa, namun tidak pernah merasa puas karena doanya tak kunjung dijawab.  Kakek ini tidak pernah memahami hidupnya tetapi merasa puas dengan berdoa tanpa henti tentang apa yang dia ingin lakukan bagi Tuhan.  Setiap kali dia akan mengambil tindakan, dia mundur kebelakang, karena dia tidak ingin mengecewakan Tuhan atau melawan kehendakNya dengan cara apapun. 

Just Do Something (Jilid 2)



5 Pendekatan umum untuk mengetahui kehendak Allah :


Pertama, sebagian besar cara kita menemukan kehendak Allah berfokus pada keputusan-keputusan non-moral atau non-etis.  Maksudnya mengenai keputusan-keputusan diantara dua pilihan atau lebih, yang diantara semuanya tidak ada yang dilarang dalam kitab suci.  BUkan berarti kita mengabaikan mempertimbangakan hal memilih karir dsb, tetapi kita seharusnya menggunakan lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan bagaimana kita bisa bertindak dengan adil, mengasihi dengan kemurahan hati, dan berjalan bersama Allah dengan kerendahan hati.

Kedua, Pemahaman mengenai kehendak Allah yang biasa dimiliki adalah Allah mengetahui apa yang seharusnya kita lakukan.  Dia memiliki rencana yang sempurna bagi kehidupan bagi kehidupan kita dan Dia akan menuntut pertanggungjawaban kita jika tidak mengikuti kehendakNya.  Tetapi Dia tidak akan menunjukkan pada kita apakah kehendakNya itu.  Dia berharap kita dapat menemukannya sendiri.  Pada akhirnya kita menjadi frustasi terhadap Allah karena Dia tidak menunjukkan pada kita apa yang Dia inginkan. Dan kita berakhir pada kekecewaan dan marah pada Tuhan ketika kita tak kunjung mendapatkan apa yang menjadi kehendakNya.

Ketiga, banyak orang Kristen memperlakukan Allah tidak berbeda dengan cara kita melihat horoskop.  Kita datang padanya dan bertanya apakah si A baik untuk saya atau si B?  kita menjadi orang yang tidak hanya menginginkan firmanNya tapi juga kita ingin Dia  menunjukkan pada kita dari awal sampai akhir dan membuktikan pada kita bahwa Dia dapat dipercayai.  Kita lebih ingin mengetahui apakah yang akan terjadi hri esok, bukannya puas dengan ketaatan dalam perjalanan kita.  Oleh karena kita terobsesi dengan masa depan maka kita menjadi khawatir, karena kekhawatiran sesungguhnya adalah hidup dalam masa depan sebelum kita sampai disana.

Resensi Buku : Just Do Something - Kevin DeYoung

Buku ini bukan hanya untuk anak muda.  Buku ini jauh lebih sederhana.  Buku ini tentang kehendak Allah-kehendak Allah bagi remaja-remaja yang bingung, para orang tua yang kelelahan, para kakek nenek yang sudah pension, dan ya, generasi abad ini yang suka bermain susun-acak…atau apapun kita menyebutnya.

Anda akan menemukan dalam buku ini beberapa hal mengenai kehendak Allah yang sangat khas-bagaimana membuat keputusan yang bijaksana, bagaimana memilih pekerjaan, dengan siapa kita akan menikah, dll.  Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah tujuan sebenarnya dari buku ini.  Tujuan sebenarnya buku ini untuk membantu kita mendengar suara Allah untuk membantu kita mendengar suara Allah untuk memberitahu agar dapat keluar dari jalan panjang tak berujung dan pada akhirnya membuat sebuah keputusan, mendapatkan suatu pekerjaan, dan mungkin, menikah.
            
Jika Allah memiliki rancangan yang indah dalam hidup kita, sebagaimana yang dikatakan dalam salah satu traktat penginjilan, mengapa Dia tidak mengatakan apa rencanaNya itu?

Ada begitu banyak keputusan yang harus  dibuat dan tidak satu pun jawaban terlihat jelas. Misalnya apa yang harus saya lakukan pada liburan kali ini? Karir seperti apa yang saya inginkan? Apakah saya ingin berkarir? Apakah saya harus menikah? Dengan siapa saya akan menikah? Apakah saya ingin memiliki anak? Berapa banyak anak? Apakah saya mau berolah raga atau ikut paduan suara di gereja? Haruskah saya melanjutkan ke pascasarjana?

Kamis, 24 April 2014

Kemerdekaan Kristen

Hei PMKO, kalo kemarin mimin dapat kiriman tulisan dari Ka Fredy, sekarang mimin dapat tulisan lagi dari senior bernama ka Hendry Bakri. Kata orang ngak kenal maka ngak sayang, jadi mimin liatin fotonya. Ka Hendry itu orangnya kek gini

Hendry Bakri - Lagi Pose depan Fakultas FISIP Unhas

- H -

Huruf kedelapan, aku jadikan yang paling awal dari namaku. Aku memilih menyingkatnya saja, kadang beberapa dari mereka salah mengartikanya. Pengagum hujan, memaknai hening tak harus ke hutan. Aku tergila-gila akan membaca dan menulis setiap hari, mencintai politik dengan hati untuk sebuah harapan hidup. Menurut hemat-ku, cinta harmonis meng-halau hampa. Meyakini menjadi Hamba-Nya tak kan hambar, bersama-Nya halangan bisa ku hapus dalam hitungan yang sangat singkat. Haleluyah !!!
H. Bakri

Kalo diatas tadi ada tulisan ka Hendry mengenai dirinya. Bagus kan tulisannya? Sekarang ayo kita baca tulisan lainnya, kalo ini agak berat sih, tapi dengan gaya bahasa percakapan tulisan ini jadi menarik..silahkan dibaca,,,

Minggu, 20 April 2014

Lahir untuk Mati

Hai, PMKoers...Gimana kabarnya? Hari ini udah ke gereja semua kan? Semoga udah yah...Bertepatan dengan hari Paskah, mimin mau ngasih renungan buat teman-teman PMKOers...yah paling tidak bisa menjadi suatu bacaan yang berguna di malam yang sunyi ini..
Bacaan : Matius 1:18-25
Nats : Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Matius 20:28)
Meskipun jutaan orang merayakan kelahiran Yesus, tampaknya tidak banyak orang yang menyadari tentang makna perayaan kelahiran Yesus yang sesungguhnya.
Kita tahu bahwa kelahiran-Nya tidak biasa karena Dia lahir dari seorang perawan. Hidup-Nya juga unik, karena hanya Dialah yang hidup tanpa dosa. Kematian-Nya juga tidak biasa. Yesus bukanlah martir. Dia bukanlah korban keadaan yang tidak menguntungkan, Dia mati karena alasan yang layak. Dia juga tidak wafat hanya untuk memberikan teladan yang baik. Ada hal yang jauh lebih berarti dari semua itu. Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menjadi Juruselamat bagi kita semua!
Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19: 10). Siapakah yang hilang? Alkitab mengatakan kepada kita bahwa “semua orang telah berbuat dosa” dan bahwa “upah dosa adalah maut” (Roma 3: 23; 6:23). Untuk menyelamatkan dunia, Yesus harus mati untuk itu. Dia datang dan hidup kudus, dan menanggung kematian yang seharusnya menjadi bagian kita. Makna yang sebenarnya dari Natal adalah bahwa Yesus dilahirkan untuk mati. Karena Dia disalibkan dan kemudian bangkit dari kematian, pengampunan dosa dan jaminan surga saat ini ditawarkan kepada semua yang percaya (Yohanes 1:12).